Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Wisata
  • Opini
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
SuryaTribun.Com
Telusuri
SuryaTribun.Com

Beranda Daerah Headline Pacitan Peristiwa Gempa Susulan di Pacitan Mulai Melandai, BMKG Imbau Warga Tak Panik Berlebihan
Daerah Headline Pacitan Peristiwa

Gempa Susulan di Pacitan Mulai Melandai, BMKG Imbau Warga Tak Panik Berlebihan

Redaksi
Redaksi
07 Feb, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

PACITAN, SuryaTribun.Com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tidak panik berlebihan menyusul rangkaian gempa susulan pasca gempa magnitudo 6,4 di selatan Pacitan, Jawa Timur (Jatim), pada Jumat, 06 Februari 2026.

Frekuensi guncangan susulan dilaporkan semakin menurun dan jarang terjadi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan, hingga Sabtu pagi, 07 Februari 2026, tercatat puluhan gempa susulan dengan magnitudo bervariasi.

“Frekuensi kejadian gempa susulan sudah menurun dan jarang terjadi. Mohon masyarakat tidak terlalu khawatir berlebihan. Sudah luruh,” ujar Daryono. 

Menurutnya, tren aktivitas susulan kini mulai melandai sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan. 

“Sebanyak 24 kali gempa susulan, magnitudo susulan terbesar M4,0 terkecil M2,2,” ucapnya. 

BMKG mencatat periode gempa susulan paling padat terjadi pada rentang waktu awal setelah gempa utama mengguncang wilayah selatan Jawa.

"Gempa susulan paling banyak terjadi pukul 1 hingga 6 kemarin pagi mencapai 11 kali gempa susulan,” ujarnya.

Meski aktivitas susulan mulai menurun, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar waspada, memeriksa kondisi bangunan, serta menghindari struktur yang rusak akibat guncangan sebelumnya.

Informasi resmi diimbau hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.

Diketahui sebelumnya, gempa bumi Pacitan, Jatim, dan sekitarnya pada Jumat, 06 Februari 2026, menjadi perhatian luas karena karakter sumbernya yang tergolong megathrust.

Selain memicu kewaspadaan terhadap potensi tsunami, peristiwa ini juga kembali mengingatkan pada catatan sejarah tsunami di kawasan pesisir selatan Jawa.

Daryono, menjelaskan, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik yang mengindikasikan jenis megathrust. 

"Gempa Pacitan tadi pagi jenis gempa Megathrust, yang tergambar dari mekanisme sumbernya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal. Patut disyukuri bahwa gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena jika itu terjadi dapat berpotensi tsunami,” ujarnya, dalam keterangan resminya, Jumat. (*/red)

Via Daerah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Advertiser

Advertiser

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Lahiran Sendiri di Kos Lalu Bayi Meninggal, Mahasiswi Asal Temanggung Jadi Tersangka

Redaksi- Minggu, Agustus 23, 2026 0
Lahiran Sendiri di Kos Lalu Bayi Meninggal, Mahasiswi Asal Temanggung Jadi Tersangka
Mahasiswi yang melahirkan seorang diri di dalam kamar kos Surabaya.  SURABAYA, Surya Tribun .Com - Seorang mahasiswi berinisial ALSU (24) ditetapkan sebagai t…

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

SuryaTribun.Com

About Us

SuryaTribun.Com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: redaksi.suryatribun@gmain.com

Follow Us

Copyright © 2025 SuryaTribun.Com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Pedoman Media Siber