Kejati Jatim Minta Dukungan Jaga Integritas Usai Temuan Emas-Uang Diduga Terkait Oknum Jampidsus
![]() |
| Ratusan pendemo di Surabaya protes temuan emas dan uang diduga milik Jampidsus Kejagung di depan kantor Kejati Jatim, Jumat, 10 Juli 2026. |
SURABAYA, SuryaTribun.Com - Ratusan massa memadati kawasan Frontage Ahmad Yani Surabaya, tepatnya di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim).
Aksi protes itu terjadi setelah beredar kabar terkait temuan puluhan kilogram emas dan ratusan miliaran uang yang diduga milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) di Jakarta.
Menanggapi aksi tersebut, perwakilan Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim menemui langsung para pedemo.
Perwakilan Jaksa tersebut meminta dukungan moril dan doa agar seluruh jajaran Kejati Jatim tidak terjerumus pada praktik serupa.
"Bantu dan support kami untuk menjaga marwah institusi kami dan kepercayaan dari teman-teman. Selanjutnya, kami juga mohon doa dan dukungan kepada teman-teman Bidang Pidsus dalam menangani perkara," kata perwakilan Pidsus Kejati Jatim, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia berharap doa dan dukungan masyarakat supaya pihaknya diberikan keteguhan iman serta menjunjung profesionalitas dalam bekerja.
"Kami senantiasa diberikan keteguhan iman, penuh profesionalitas, dan tentu selalu menjaga integritas sehingga kami dapat melakukan penanganan perkara sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat Jatim" ujarnya.
Diketahui, aksi demonstrasi di Surabaya ini menjadi salah satu bentuk reaksi publik atas temuan Tim Kortas Mabes Polri yang menyita emas puluhan kilogram serta uang tunai ratusan miliar rupiah dari lokasi yang diduga milik pejabat Jampidsus Kejagung RI.
Publik menuntut transparansi dan penegakan hukum yang bersih di tubuh institusi Kejaksaan, termasuk di tingkat daerah seperti Kejati Jatim.
Tampak, sejumlah orator secara bergantian menyuarakan kekecewaan mereka dari atas mobil komando. Salah satu orator mempertanyakan kredibilitas aparat penegak hukum menyusul temuan tersebut.
"Bagaimana kita bisa percaya dengan penegak hukum bila mereka saja seperti itu?" ujar salah satu orator melalui pengeras suara.
Sementara itu, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo, turut hadir dan menyampaikan kekhawatirannya menyusul temuan tim Korps Tindak Pidana Khusus (Kortas) Mabes Polri di sebuah kafe dan kediaman yang diduga berkaitan dengan pejabat Jampidsus Kejagung.
Ia berharap kejadian tersebut tidak sampai menjalar ke lingkungan Kejati Jatim.
"Apa yang menjadi teriakan kita hari ini jangan kemudian perilaku oknum Kejaksaan Agung terjadi di Kejati Jatim dan kami tidak ingin terjadi di Kejati Jatim," kata Heru.
Menurutnya, insiden semacam ini berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan atau Adhyaksa secara keseluruhan.
Meski begitu, ia menegaskan pihaknya masih memberi kepercayaan kepada jajaran Kejati Jatim untuk tetap menjaga integritas.
"Kami masih sangat percaya pada kantor Kejati Jatim yang kami sayangi dan kami cintai dan kami percaya itu, dan itu yang perlu kami sampaikan kepada semua masyarakat bahwa hasil pertemuan kami dalam aksi ini kita bersama-sama menjaga integritas penanganan hukum di Jatim dengan komprehensif, apa adanya, dan tidak ada kriminalisasi," pungkasnya. (*/red)
