Bulan Kemerdekaan, Gubernur Khofifah Ajak Warga 'Jogo Jatim'
![]() |
| Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (Foto: Istimewa) |
SURABAYA, SuryaTribun.Com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda serta jajaran Forkopimda Jatim, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jatim dan berbagai Organisasi Pemuda dan Masyarakat Jatim bersama-sama menandatangani Pakta Kesepahaman dan Komitmen Bersama tentang Menjaga Jatim Damai.
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya peran ruang digital dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di era saat ini.
"Menjaga persatuan hari ini tentu tidak cukup hanya fisik, tapi bahwa diseminasi informasi ini menjadi sangat penting untuk kita lakukan secara digital," ujar Khofifah, Rabu, 05 Agustus 2026.
Bukan tanpa alasan, berdasarkan data APJII tahun 2026, tingkat penetrasi internet di Jatim telah mencapai 83,41 persen.
Angka itu bahkan lebih tinggi daripada rata-rata nasional sebesar 81,72 persen.
Ini artinya, mayoritas masyarakat Jawa Timur telah terhubung dengan ekosistem digital.
Di ruang digital itu masyarakat memperoleh informasi, menyampaikan aspirasi, membangun jejaring, melakukan kegiatan ekonomi, hingga membentuk cara pandang terhadap berbagai persoalan sosial dan kebangsaan.
"Betapa sangat penting membangun positif thinking. Kritik itu dibutuhkan untuk membangun demokrasi yang sehat, tetapi membangun kebersamaan dan persatuan itu jauh lebih penting," kata Gubernur Jatim.
Untuk itu, di momen Bulan Kemerdekaan kali ini Khofifah secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bergandengan tangan bersama-sama membangun kekuatan kebhineka-an lewat rasa syukur mendalam akan anugerah keindahan yang dimiliki bangsa Indonesia.
Ia mencontohkan, bagaimana Indonesia memiliki keberagaman budaya yang bisa terjalin satu dalam Bhineka Tunggal Ika.
Kemudian betapa banyaknya kekayaan hasil alam yang dimiliki Indonesia melebihi negara lain.
Hingga perhatian pemerintah kepada masyarakat miskin lewat berbagai program salah satunya Sekolah Rakyat.
"Oleh karena itu, untuk masuk ke ruang bagaimana membangun harmoni, persatuan, semangat kegotong royongan serta menguatkan semangat heroisme dan nasionalisme di bulan kemerdekaan ini sangat penting sekali," ajak Khofifah.
Ia menekankan, perbedaan pendapat di tengah masyarakat jangan sampai berubah menjadi permusuhan.
Perbedaan itu harus diolah sebagai bagian dari proses menyampaikan aspirasi.
Jika tidak dikelola dengan bijak, maka ruang digital dapat memperlebar jarak sosial dan bisa melemahkan persatuan.
"Kita ini sudah terbiasa membangun tepo seliro, kegotongroyongan, dan harmoni. Serta semua tetap di dalam semangat membangun NKRI sekaligus membangun demokrasi yang sehat," tuturnya.
Kerukunan yang kuat dan demokrasi yang sehat diyakininya sebagai modal sosial utama untuk menjaga persatuan, memperkuat kepercayaan dan membangun Jatim yang damai dan inklusif.
Kondisi ini juga tercermin dari Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Provinsi Jatim Tahun 2025 yang mencapai 78,31.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 77,89.
Sementara, Indeks Demokrasi Indonesia di Jatim Tahun 2025 mencapai 84,05 lebih tinggi daripada rata-rata nasional sebesar 78,19.
Kerukunan umat beragama ini disadari Khofifah sebagai sebuah fondasi sosial yang sangat penting untuk menjaga persatuan.
Fondasi itu dianggap penting seperti dalam hal penyelesaian konflik secara damai hingga kolaborasi menjaga kekondusifan hari besar agama di Jatim.
"Kerukunan bukan sekadar tidak adanya konflik, tetapi hadirnya rasa saling menghormati saling menjaga dan saling menguatkan. Kerukunan adalah modal utama Jatim dalam merawat Bhinneka Tunggal Ika," tegasnya.
Oleh sebab itu Khofifah kembali mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menghidupkan tag line 'Jogo Jatim' adalah sebagai tugas bersama, dengan leading sector dari jajaran Kepolisian.
Dengan menjaga kekondusifan di Jatim, maka sekaligus akan menjaga ekosistem ekonomi dan investasi yang aman dan semakin berkembang.
"Investasi akan masuk kalau kita bersama-sama menjaga Jatim. Jika tidak maka kemungkinan terjadinya pengangguran itu berpotensi di banyak sektor dan bisa berdampak pada hal yang kita tidak inginkan," jelas Gubernur Khofifah.
"Dengan semangat kebersamaan inilah, kita optimistis Jatim akan semakin kuat, harmonis, dan sejahtera. Sebab, menjaga kerukunan di Jatim sesungguhnya adalah menjaga persatuan Indonesia. Jogo Jatim berarti Jogo Indonesia," pungkasnya. (*/red)
