Berburu Biawak, Seorang Pemuda di Jember Tewas Terbawa Arus Sungai
![]() |
| Proses pencarian Iqbal Khoirul Anwar, pelajar yang hanyut di Sungai Tanggul, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jatim, Minggu, 18 Januari 2026. |
JEMBER, SuryaTribun.Com – Pelajar yang dilaporkan hanyut di Sungai Tanggul, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), saat berburu biawak pada Sabtu, 17 Januari 2026, ditemukan meninggal.
Jasad Iqbal Khoirul Anwar ditemukan pada Senin dini hari, 19 Januari 2026, oleh masyarakat dan keluarga korban yang sejak awal terus berjaga dan melakukan pencarian secara visual di sepanjang sungai.
Korban ditemukan pukul 01.35 WIB, pada jarak sekitar 950 meter dari lokasi kejadian awal atau last known position (LKP) di Pelawangan Paseban.
Koordinator Pos Basarnas Jember, Jefri mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga bersama keluarga yang tidak meninggalkan lokasi sejak korban dilaporkan hanyut.
“Pada pukul 01.35 WIB, Tim SAR Gabungan menerima laporan bahwa jenazah korban telah ditemukan dan dievakuasi ke rumah duka oleh masyarakat dan pihak keluarga,” ujar Jefri.
Menurutnya, korban ditemukan pada radial 157 derajat dari LKP, di koordinat 8°18'35.98" LS dan 113°18'48" BT, setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari.
“Penemuan ini menjadi titik akhir operasi pencarian yang telah dilakukan sejak Sabtu dengan melibatkan berbagai unsur SAR,” ujarnya.
Setelah korban ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung menggelar debriefing pada pukul 02.15 WIB dan mengusulkan penutupan operasi SAR.
“Dengan diketemukannya korban, maka operasi SAR kondisi membahayakan manusia dinyatakan selesai dan seluruh unsur dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” ujar Jefri.
Korban diketahui bernama Iqbal Khoirul Anwar, laki-laki berusia 18 tahun, warga Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.
Sebelumnya, Iqbal dilaporkan tenggelam sejak Sabtu saing, 17 Januari 2026, saat berburu biawak bersama 13 orang temannya di sekitar Jembatan Merah Putih muara baru Sungai Tanggul.
Peristiwa tragis itu bermula ketika seekor biawak yang berhasil ditembak jatuh ke sungai, sehingga korban bersama tiga temannya berusaha mengejar hewan tersebut.
Korban kemudian nekat melompat ke sungai meski tidak memiliki kemampuan berenang. Sementara tiga temannya, yakni Adam, Ilham, dan Sandi, berhasil menyelamatkan diri ke daratan.
Korban tidak mampu melawan derasnya arus sungai dan akhirnya tenggelam dan terseret arus.
Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai hingga muara.
Proses pencarian sempat mengalami sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan jarak pandang akibat banyaknya perahu nelayan yang sandar, keberadaan habitat buaya di sungai, hingga gelombang laut yang mencapai 2,4 meter.
“Meski dihadapkan pada kondisi medan yang cukup berbahaya, seluruh unsur SAR tetap berupaya maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” kata Jefri.
Jefri pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mengambil risiko saat beraktivitas di sungai, terlebih jika tidak memiliki kemampuan berenang.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini dan berharap keluarga diberi ketabahan,” pungkasnya. (*/red)
