Urai Kemacetan Mudik di Gilimanuk, ASDP Percepat Layanan Kapal
![]() |
| Pelabuhan Gilimanuk. |
SURABAYA, SuryaTribun.Com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat layanan kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan yang sempat menumpuk pada awal arus mudik 2026.
Sejumlah langkah operasional dilakukan sejak akhir pekan untuk meningkatkan kapasitas penyeberangan.
Percepatan layanan dilakukan melalui penambahan operasi kapal serta penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat siklus pelayaran di pelabuhan.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale mengatakan, optimalisasi operasional kapal menjadi langkah utama untuk mempercepat pergerakan kendaraan.
"Sejak akhir pekan kami melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari penambahan operasi kapal hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB)," kata Windy dalam keterangan resminya, Senin, 16 Maret 2026.
"Upaya ini mulai memberikan dampak positif, di mana antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur terurai dan arus kendaraan terus bergerak,” imbuhnya.
Merujuk laporan operasional ASDP Cabang Ketapang dari Posko Pelabuhan Gilimanuk, pada Minggu, 15 Maret 2026, pukul 19.00 Wita, sebanyak 33 kapal beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Armada tersebut terdiri dari 19 kapal tipe Moveable Bridge (MB), 11 kapal Landing Craft Machine (LCM), serta tiga kapal LCM tambahan yang dioperasikan untuk mempercepat layanan penyeberangan.
Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) masih diterapkan pada Dermaga LCM untuk tiga kapal.
Melalui pola ini, kapal yang tiba langsung menurunkan muatan dan kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan di dermaga tersebut sehingga proses pelayaran dapat berlangsung lebih cepat.
Laporan kondisi lapangan pada pukul 17.00 Wita, mencatat antrean kendaraan masih memanjang hingga kawasan Desa Tuwed, sekitar Kantor Perbekel, dengan jarak sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Antrean didominasi kendaraan logistik dan mobil pribadi.
Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas menuju kantong parkir dan buffer zone yang telah disiapkan.
Selain itu, diberlakukan penghentian sementara perjalanan truk sumbu tiga menuju Pelabuhan Gilimanuk guna mengurangi kepadatan di kawasan pelabuhan.
Windy menegaskan, pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengoptimalkan pengaturan operasional di lapangan agar antrean kendaraan dapat semakin cepat terurai.
“Seluruh unsur di lapangan terus bekerja untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mempercepat proses penyeberangan,” ujarnya.
"Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas agar pengaturan lalu lintas dan layanan pelabuhan dapat berjalan lebih lancar," pungkasnya.
Diketahui, kemacetan panjang hingga sekitar 30 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk yang terjadi sejak Minggu, 15 Maret 2026, masih berlangsung hingga Senin, 16 Maret 2026.
Kepadatan dipicu lonjakan jumlah pemudik dari Bali menuju Jawa yang tercatat meningkat 33,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Diketahui, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk pada H-6 mencapai 80.416 orang.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 60.099 penumpang.
Dari sisi kendaraan, jumlah sepeda motor yang menyeberang tercatat naik 52,7 persen, dari 11.987 unit menjadi 18.306 unit.
Sementara itu, kendaraan roda empat mencapai 5.044 unit atau meningkat 9,2 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.620 unit.
Untuk kendaraan truk tercatat sebanyak 1.590 unit atau turun 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.835 unit.
Adapun jumlah bus yang menyeberang mencapai 945 unit atau meningkat 39 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 680 unit. (*/red)
