Septic Tank Meledak di Pamekasan, Balita Tewas Diduga Terkena Material Beton
![]() |
| TKP balita meninggal di Pamekasan. |
PAMEKASAN, SuryaTribun.Com - Peristiwa tragis menimpa seorang balita di Dusun Gunung Tangis, Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur (Jatim).
Seorang anak laki-laki berinisial AAF (4) meninggal dunia setelah terkena dampak ledakan septic tank pada Selasa siang, 17 Maret 2025.
Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, Yoni Evan Pratama membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, insiden tersebut bermula saat korban bersama beberapa teman sebayanya bermain di area belakang rumah warga.
"Diduga saat bermain, terdapat aktivitas pemicu berupa bensin yang dituangkan ke dalam lubang septic tank kemudian disulut api. Hal ini memicu ledakan gas di dalam tangki yang mengakibatkan beton penutup terpental dan mengenai korban," kata Yoni, Kamis, 19 Maret 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu pertama kali diketahui oleh orang tua korban yang saat itu berada di kandang sapi. Mendengar teriakan warga, ia bergegas ke lokasi dan mendapati korban dalam kondisi terluka parah.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Palengaan untuk mendapatkan pertolongan medis, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD
Pamekasan pada pukul 18.00 WIB. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB.
Usai kejadian, petugas Polsek Palengaan bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Pamekasan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya dua botol bekas wadah bensin, serpihan pipa paralon, serta pecahan beton penutup septic tank.
Yoni mengatakan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah atau kecelakaan murni.
"Orang tua korban menyadari bahwa ini merupakan kecelakaan dan telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak melanjutkan proses hukum serta menolak dilakukan autopsi," ujarnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di area berisiko seperti tangki pembuangan gas maupun benda yang mudah terbakar. (*/red)
