Seorang Pengajar di Ponpes Bangkalan Ditetapkan Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati
![]() |
| Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast. |
SURABAYA, SuryaTribun.Com – Seorang pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Bangkalan berinisial UF telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan santriwati oleh Polda Jawa Timur (Jatim).
Polda Jatim menetapkan UF sebagai tersangka dan ditahan atas dugaan kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwatinya di Ponpes Nurul Karamah Bangkalan.
“Dari gelar perkara saudara UF dilakukan penangkapan dan penahanan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Polisi Jules Abraham Abast, Sabtu, 10 Januari 2026.
UF sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi. Setelah tim penyidik Ditreskrimum Polda Jatim mengantongi bukti-bukti yang cukup, berlanjut pada penatapan tersangka dan penangkapan.
UF saat ini mendekam di Polda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan pencabulan pada para santriwatinya yang masih di bawah umur.
“Untuk pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur,” ujarnya.
Tersangka dijerat Pasal 81 ayat (2), dan ayat (3) juncto Pasal 76 D dan atau Pasal 82 ayat (2) juncto Pasal 76 E UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UURI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UURI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Diketahui sebelumnya, kasus dugaan pelecahan ini dilaporkan oleh korban didampingi pendamping dan keluarga ke Polda Jatim 1 Desember 2025 lalu.
Penyidik Polda Jatim kemudian memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti lainnya. UF lalu ditetapkan tersangka pada 10 Desember 2025.
Kabid Humas Polda Jatim juga menambahkan, penyidik telah menyerahkan berkas perkara (tahap l) atas nama tersangka UF ke pihak Kejaksaan. (*/red)
