Bubuk Petasan Meledak di Situbondo, Satu Tewas dan Enam Terluka
![]() |
| Sejumlah rumah hancur gegara ledakan di Situbondo, Jatim. |
SITUBONDO, SuryaTribun.Com - Ledakan dahsyat menggegerkan warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB itu menghancurkan sejumlah rumah warga.
Petugas Kepolisian dibantu warga segera melakukan evakuasi.
Polisi juga memberikan pertolongan kepada para korban.
Sejumlah warga mengaku ledakan terdengar sangat keras hingga radius sekitar satu kilometer dan menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah di sekitar lokasi kejadian.
"Ledakannya keras sekali, terdengar sampai jauh," ujar Nurhadi, salah seorang warga setempat, Rabu, 18 Februari 2026.
Petugas Kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Hingga kini, Polisi masih mensterilkan area. Sejumlah barang bukti pun diamankan.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan membenarkan peristiwa tersebut. Pihak Kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Benar, ini saya masih olah TKP belum selesai," ujarnya kapada wartawan, Rabu, 18 Februari 2026.
Dalam peristiwa tersebut secara keseluruhan ada tujuh korban. Satu orang meninggal dunia dan enam orang sedang mendapatkan perawatan medis di RSUD Asembagus.
"Iya semua korban sekarang di RSUD Asembagus dirawat," ujarnya.
Berikut para korban dari letusan bubuk petasan yang terjadi di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih:
Supriadi (55), meninggal dunia
Kulsum (60), patah kaki kanan
Samsul (22), luka bakar
Riko (25), luka bakar
Fais (20), luka bakar
Abdur (15), luka bakar
Fino (15), luka bakar.
Tercatat sedikitnya ada lima bangunan rumah milik korban yang hancur akibat bubuk petasan yang meledak tersebut.
Sampai pukul 16.30 WIB, pihak Kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan pengecekan di dalam rumah.
Pihak Kepolisian khawatir masih ada bubuk petasan yang masih bisa meletus dan membahayakan warga lain.
"Akan ada tim penjinak bom dari Brimob untuk melalukan pengecekan," ujarnya. (*/red)
