Penjelasan Pemkab Pasuruan Soal Ribuan Ikan Mati di Ranu Grati
![]() |
| Ikan mati di keramba budi daya kawasan Danau Ranu Grati. |
PASURUAN, SuryaTribun.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) langsung turun lapangan pada Rabu, 14 Januari 2026, setelah munculnya fenomena sapon di Ranu Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim).
Fenomena tersebut menyebabkan ikan mendadak mati.
Pihak DKP3 menilai, fenomena itu tersebut dikenal dengan upwelling yang memunculkan sejumlah kandungan zat di air yang menyebabkan ikan keracunan.
Kepala DKP3 Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah mengatakan, kematian ikan nila dan tombro dengan metode keramba karena ikan mengalami keracunan alami. Ada kandungan belerang, amoniak serta menipisnya kadar oksigen.
“Istilahnya sedang dilanda upwelling, kandungan zat yang di kedalaman naik ke atas sehingga ikan keracunan. Itu karena cuaca ekstrem, angin kencang dan air danau lebih dingin,” ujarnya.
Meski mengakibatkan kematian ikan secara mendadak, pihaknya memperkirakan tidak akan berlangsung lama jika kondisi cuaca sudah normal. Sehari atau dua hari saja.
“Dan kondisi upwelling tersebut tidak merata di semua kawasan Ranu atau danau. Hanya di titik tertentu,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, keramba yang terdampak upwelling itu melanda di Desa Ranuklindungan. Sedangkan di Desa Parasan dan Sumber Dawesari masih aman.
“Kebetulan fenomena upwelling atau sapon ini melanda Ranu di sisi Desa Ranu Kelindungan,” ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau warga tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mati tersebut karena sudah terkontaminasi.
“Kalau nila atau tombro yang masih hidup, tentu masih layak konsumsi. Ikan yang mengambang itu pertanda sudah membusuk,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah petani keramba yang melihat banyaknya ikan yang mati mulai mengambilnya untuk dibuang guna menghindari semakin meluas masalah tersebut.
“Untuk ikan-ikan yang mati dibuang atau ada orang luar yang mengambilnya. Dan itu tidak layak dijual atau dikonsumsi,” ujar Ora Kusdiati Ningsi, salah satu pembudidaya ikan nila.
Untuk diketahui, fenomena sapon dialami petani keramba ikan di Danau atau Ranu Grati Pasuruan terjadi di sisi Desa Ranuklindungan sejak Selasa sore, 13 Januari 2026.
Mereka kaget setelah melihat sore hingga pagi tadi, jenis ikan nila dan tombro mati mendadak dengan jumlah yang banyak. (*/red)
