Kebakaran Hutan di Gunung Buthak, 185 Pendaki Dikabarkan Terjebak
![]() |
| Petugas memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Gunung Buthak. |
MALANG, SuryaTribun.Com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Gunung Buthak tepatnya di petak 100 yang masuk wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).
Dikabarkan ada sebanyak 185 pendaki yang terdaftar masuk melalui jalur Panderman dan sekitarnya.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto memastikan seluruh pendaki dalam keadaan selamat dan baik-baik saja.
"Baik-baik saja. Kami sedang lakukan pendataan semua, yang pasti Alhamdulillah semua pendaki selamat," kata Gatot saat dikonfirmasi wartawan, Selasa, 01 September 2026.
Menurut Gatot, api sudah terkendali. Personel di lapangan terus melakukan penyisiran untuk memastikan titik api telah padam.
"Kondisi titik api saat ini terpantau sudah mulai terkendali di Petak 100, Pos 3, Gunung Buthak. Meskipun demikian, personel gabungan tetap melaksanakan patroli penyisiran secara berkala guna mengantisipasi potensi munculnya titik api baru dan mencegah perluasan area yang terbakar," tuturnya.
"Yang pasti saat ini api sudah padam. Tim BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Malang serta BPBD Kota Batu melakukan koordinasi dengan Tahura dalam rangka percepatan penanganan kebakaran," imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Gunung Buthak tepatnya di petak 100 yang masuk wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Selain upaya pemadaman api tim gabungan juga berupaya mengevakuasi pendaki di sekitar kawasan itu.
Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko mengonfirmasi bahwa ada sebanyak 185 pendaki yang terdaftar masuk melalui jalur Gunung Panderman dan sekitarnya.
Demi keselamatan dan langkah mitigasi bencana, seluruh pendaki di kawasan Gunung Panderman, Gunung Buthak, hingga Gunung Bokong diminta segera mengosongkan lokasi dan turun.
"Secara identifikasi (titik api) tidak sebegitu banyaknya. Tapi kalau dari unsur mitigasi untuk penyelamatan, baik keseluruhan di Buthak, Bokong, maupun Panderman diminta untuk segera meninggalkan lokasi," kata Suwoko kepada wartawan, Selasa, 01 September 2026. (*/red)
